Kategori: Uncategorized

  • Polsek Metro Kebayoran Baru Gelar Razia Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Tawuran

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Metro Kebayoran Baru melaksanakan kegiatan razia cipta kondisi guna mengantisipasi kejahatan jalanan (3C) serta aksi tawuran di wilayah hukumnya, pada Jumat (17/7/2026) dini hari.

    Kegiatan diawali dengan apel kesiapan pada pukul 01.00 WIB yang dipimpin oleh Kasubnit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru, Ipda Vori Hardinata Wijaya, S.H. Selanjutnya, pada pukul 01.20 WIB, personel melaksanakan razia di Jalan Kyai Maja, tepatnya di depan Mapolsek Metro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Dalam pelaksanaan razia, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan pengendara guna mencegah potensi tindak kriminalitas serta meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya sejumlah pelanggaran berupa pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, tidak memasang pelat nomor kendaraan, serta tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK. Kendaraan yang terjaring merupakan Suzuki GSX 150 tanpa pelat nomor.

    Kegiatan yang melibatkan 9 personel Polsek Metro Kebayoran Baru di bawah pimpinan Ipda Vori Hardinata Wijaya, S.H. tersebut berlangsung aman, tertib, dan berakhir pada pukul 01.40 WIB.

    Melalui kegiatan razia rutin ini, Polsek Metro Kebayoran Baru menegaskan komitmennya dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sekaligus mengajak masyarakat untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan guna mencegah terjadinya kejahatan jalanan maupun aksi tawuran.

  • CIPTA KONDISI JUMAT DINI HARI, POLSEK PANCORAN PATROLI ANTISIPASI BEGAL DAN NARKOBA 

    Jakarta Selatan – Operasi Cipta Kondisi untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Apel digelar Jumat dini hari (17/07/2026) pukul 01.00 WIB di Jl. Hj. Tutty Alawiyah, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran.

    Apel dipimpin oleh Pawas 2.0 Panit Reskrim Polsek Pancoran Aiptu Raja Dharma, S.H. dengan kekuatan 7 personel Polsek Pancoran.

    Fokus Bubarkan Kerumunan dan Antisipasi Kejahatan Jalanan 

    Dalam arahannya, Aiptu Raja Dharma menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan Operasi 2.1 Razia Cipta Kondisi sesuai atensi pimpinan. Sasaran utama adalah antisipasi kejahatan jalanan melalui patroli mobile skala sedang ke titik-titik kerumunan masyarakat seperti tempat nongkrong di wilayah hukum Polsek Pancoran.

    “Kepada para pemuda yang nongkrong di tempat rawan agar segera dibubarkan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan, terutama tawuran dan kejahatan jalanan,” tegasnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi. Berkat laporan warga, beberapa potensi tawuran di wilayah Pancoran dapat dicegah lebih awal.

    “Tidak hanya tawuran, kejahatan jalanan seperti begal, curas, curat, curanmor 3C dan narkoba juga menjadi atensi pimpinan. Mari kita sama-sama waspada dan menerapkan buddy system. Saling menjaga satu sama lain. Jangan underestimate terhadap apapun,” ujarnya.

    Sasaran dan Rute Patroli 

    Sasaran operasi meliputi daerah rawan gangguan kamtibmas, trotoar yang dijadikan tempat berkumpul dan parkir sepeda motor, serta jalan raya yang sering digunakan untuk balap liar dan titik kumpul komunitas motor.

    Barang sasaran dalam Ops Cipkon adalah handak, minuman keras, narkoba, pembubaran kerumunan, aksi begal, dan curanmor.

    Rute patroli mobile meliputi Jl. Pengadegan Barat, Jl. Pengadegan Timur, Jl. Rawajati Timur, Jl. Ps. Minggu Raya, Jl. TMPN Kalibata, Jl. Komplek DPR, dan Jl. Duren Tiga Raya. Petugas juga melaksanakan strong point dan patroli blue light. Titik stationer ditetapkan di Jl. Duren Tiga Timur, Kelurahan Duren Tiga.

    Potensi Kerawanan 

    Potensi yang diantisipasi dalam operasi ini adalah tawuran antar warga, kejahatan jalanan, aksi begal, dan peredaran narkoba.

    Kegiatan Operasi Cipta Kondisi ini merupakan bentuk komitmen Polsek Pancoran bersama unsur 3 Pilar untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Pancoran.

  • Patroli Dini Hari Polsek Pesanggrahan Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan Jalanan

    Jakarta Selatan — Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Pesanggrahan kembali melaksanakan Operasi Pencegahan Begal, Curanmor, dan Narkoba di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan pada Jumat (17/7/2026) dini hari.

    Kegiatan tersebut di bawah pengawasan Kapolsubsektor Permai Aiptu Sri Hartadi, dengan kendali Kapolsek Pesanggrahan Kompol Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA.

    Operasi difokuskan melalui patroli mobile, strong point, serta razia stasioner di sejumlah lokasi strategis, di antaranya Pos Pantau Ulujami Raya, Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan, Jalan RC Veteran, Jalan Swadarma Raya, Jalan Palem 8, Jalan Damai, hingga kawasan SPBU Rempoa. Patroli juga menyisir ruas Jalan Ulujami Raya, Bintaro Permai Raya, RC Veteran Raya, Jalan Kesehatan Raya, dan Bintaro Taman Barat.

    Sasaran operasi meliputi pencegahan aksi begal, curat, curas, curanmor (3C), balap liar, tawuran, premanisme, penyalahgunaan narkoba, serta kepemilikan senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak tanpa izin. Selain melakukan pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat yang masih berkumpul hingga larut malam agar segera kembali ke rumah demi menjaga keamanan bersama.

    Dalam pelaksanaan operasi, petugas mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saat dilakukan pemeriksaan. Kendaraan tersebut kemudian diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.

    Kapolsek Pesanggrahan Kompol Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA. menegaskan bahwa operasi rutin dini hari merupakan langkah preventif untuk menekan potensi kejahatan jalanan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.

    “Kami akan terus meningkatkan patroli dan operasi pada jam-jam rawan sebagai upaya mencegah terjadinya tindak kriminalitas. Kehadiran anggota Polri di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif,” ujar Kapolsek.

    Hingga operasi berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar.

  • Polsek Kebayoran Lama Gelar Operasi Kepolisian, Antisipasi Aksi 3C dan Balap Liar di Wilayah Kebayoran Lama

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Polsek Kebayoran Lama melaksanakan operasi kepolisian melalui kegiatan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dan Razia Stasioner di sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama.

    Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), balap liar, tawuran warga, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan, identitas pengendara, serta penggeledahan terhadap kendaraan yang dicurigai.

    Pada operasi yang digelar Jumat (17/7/2026) dini hari di Jl. Ciputat Raya, Kebayoran Lama Selatan tersebut, petugas berhasil mengamankan 2 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat. Kedua kendaraan tersebut selanjutnya dibawa ke Polsek Kebayoran Lama untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

    Melalui kegiatan operasi kepolisian ini, Polsek Kebayoran Lama berkomitmen untuk terus meningkatkan kehadiran anggota di lapangan guna mencegah potensi gangguan Kamtibmas dan menciptakan situasi yang aman, tertib, serta kondusif di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama. Masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan.

  • Bhabinkamtibmas Gandaria Selatan Tanamkan Disiplin dan Kesadaran Hukum kepada Siswa Baru melalui MPLS di SDN 01

    Jakarta Selatan – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gandaria Selatan, Aiptu Agung, bersama Brigadir Eko melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 01 Gandaria Selatan yang berlokasi di Jalan Teladan, Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, dengan memberikan pembinaan kepada para siswa sejak awal memasuki tahun ajaran baru. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberikan edukasi mengenai pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta menanamkan kesadaran hukum sejak usia dini.

    Dalam penyampaiannya, Aiptu Agung mengajak para siswa untuk menjadi pelajar yang berkarakter, saling menghormati sesama teman dan guru, menjauhi perilaku bullying, serta selalu mematuhi aturan baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Selain itu, siswa juga diimbau agar berani menyampaikan kepada guru maupun orang tua apabila mengalami atau mengetahui tindakan yang mengarah pada perundungan maupun perilaku negatif lainnya.

    Brigadir Eko menambahkan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan MPLS merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pihak sekolah dalam membangun generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran hukum sejak dini.

    Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan semangat, menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam membentuk karakter pelajar yang berkualitas dan berakhlak baik.

  • Cegah Perundungan Sejak Dini, Kapolsubsektor Lebak Bulus Berikan Penyuluhan di SLB ULAKA

    Jakarta Selatan – Kapolsubsektor Lebak Bulus, Iptu Sutomo, S.E., memberikan penyuluhan mengenai bahaya bullying kepada para siswa dan tenaga pendidik di SLB ULAKA, Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, sebagai upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

    Dalam penyuluhan tersebut, Iptu Sutomo menekankan pentingnya menumbuhkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun rasa kepedulian antar sesama di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan bahwa tindakan bullying dapat memberikan dampak negatif yang serius, baik bagi korban maupun pelaku, sehingga perlu dicegah sejak dini melalui edukasi dan kerja sama seluruh pihak.

    Selain itu, para siswa juga diajak untuk tidak takut melaporkan kepada guru, orang tua, maupun pihak sekolah apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Menurutnya, keberanian untuk melapor merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

    Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kesadaran para siswa mengenai bahaya bullying sekaligus menanamkan nilai-nilai empati, toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

    Suasana penyuluhan berlangsung tertib, interaktif, dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap materi dengan semangat, sementara pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak serta bebas dari segala bentuk perundungan.

  • Police Goes To School di SMAN 90 Jakarta, Polsek Pesanggrahan Bekali Siswa Cegah Tawuran, Bullying, Narkoba Hingga Bahaya Vape

    Jakarta Selatan — Dalam rangka mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 sekaligus memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja, Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan menggelar kegiatan Police Goes To School di SMAN 90 Jakarta, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jaksel, Kamis (16/7/2026).

    Kegiatan ini dipimpin oleh Panit II Binmas Polsek Pesanggrahan Ipda Dwi Cahyono, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Petukangan Selatan Aiptu Dasep Hidayat, dengan memberikan edukasi serta penyuluhan kamtibmas kepada para siswa-siswi baru sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sekolah yang aman, tertib, dan berprestasi.

    Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Pesanggrahan menyampaikan berbagai materi mengenai pencegahan kenakalan remaja, mulai dari bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), merokok, konsumsi minuman keras, penggunaan vape, hingga pentingnya menjaga etika dalam pergaulan dan media sosial.

    Selain itu, para pelajar juga diberikan edukasi mengenai antisipasi tindak kriminal 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), pentingnya disiplin berlalu lintas, serta ajakan untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan melalui Program Jaga Jakarta yang diinisiasi Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Tak hanya itu, siswa-siswi juga diperkenalkan dengan layanan Call Center Polri 110 serta nomor pengaduan Kapolsek Pesanggrahan melalui WhatsApp sebagai sarana pelaporan cepat apabila menemukan gangguan keamanan maupun tindak kriminal di lingkungan sekitar.

    Kapolsek Pesanggrahan Kompol Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA. menegaskan bahwa kegiatan Police Goes To School merupakan bentuk komitmen Polri dalam membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

    “Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, dan taat hukum. Melalui kegiatan Police Goes To School ini kami mengajak seluruh siswa untuk menjauhi tawuran, narkoba, bullying, rokok, vape, minuman keras, serta segala bentuk kenakalan remaja. Jadilah pelopor keselamatan dan agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berprestasi,” ujar Kompol Seala Syah Alam.

    Pihak SMAN 90 Jakarta menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran Polsek Pesanggrahan yang dinilai mampu memberikan pemahaman serta motivasi positif kepada para peserta didik baru dalam menghadapi tantangan kehidupan remaja.

    Melalui kegiatan edukatif ini, diharapkan sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, sekaligus mendukung terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman di wilayah Pesanggrahan.

  • Jaga Jakarta On The Spot di Cilandak, Polri Ajak Warga dan Pengemudi Ojol Perkuat Kewaspadaan Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Polsek Cilandak kembali melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot sebagai upaya mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kegiatan berlangsung di Pangkalan Ojek Online (Ojol), Jl. Puri Sakti Buntu RT 03/RW 06, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, dengan melibatkan unsur tiga pilar, tokoh masyarakat, serta para pengemudi ojek online.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolsek Cilandak, Kanit Binmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW 06, Ketua RT, FKDM RW 06, serta rekan-rekan pengemudi ojek online yang antusias mengikuti dialog interaktif mengenai situasi kamtibmas di wilayah Cilandak.

    Dalam arahannya, Wakapolsek Cilandak menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas, khususnya terkait maraknya kasus penipuan online dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Masyarakat diminta agar tidak mudah percaya terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi maupun pihak tertentu, serta selalu berhati-hati dalam bertransaksi secara digital.

    Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan keamanan kendaraan dengan memarkir di tempat yang aman dan menggunakan kunci pengaman tambahan guna mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor.

    Suasana kegiatan berlangsung interaktif saat memasuki sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Ketua RT 05 mengenai langkah yang dapat dilakukan warga apabila mendapati seseorang tertangkap tangan sedang menyalahgunakan narkotika.

    Menanggapi hal tersebut, pihak Polsek Cilandak menjelaskan bahwa apabila pelaku benar-benar tertangkap tangan, warga dapat mengamankan pelaku beserta barang bukti dengan tetap mengutamakan keselamatan diri dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Selanjutnya, warga diminta segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau Polsek Cilandak agar proses penanganan dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

    Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara Polri dengan masyarakat semakin kuat sehingga mampu bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Jakarta Selatan.

  • Polri Perkuat Sabuk Kamtibmas, Pecalang dan Ojol Bersatu Jaga Bali

    BADUNG – Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Silaturahmi Sabuk Kamtibmas bersama komunitas ojek online dan pecalang yang digelar di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang mempererat hubungan kemitraan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pecalang dan komunitas ojek online merupakan mitra strategis Polri atau sabuk kamtibmas yang memiliki peran penting dalam membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurut Kapolri, tantangan keamanan yang semakin dinamis menuntut hadirnya sinergi yang semakin kuat antara Polri dengan seluruh komponen masyarakat.

    Bagi masyarakat Bali, keberadaan pecalang selama ini bukan sekadar perangkat pengamanan adat, melainkan representasi nilai-nilai kearifan lokal yang menjaga harmoni kehidupan masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat terhadap adat, budaya, dan karakter wilayahnya, pecalang menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

    Di sisi lain, komunitas ojek online memiliki mobilitas yang tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah. Posisi tersebut menjadikan komunitas ojek online sebagai mitra strategis dalam mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, sekaligus menjadi penghubung informasi yang mampu memperkuat respons cepat kepolisian di lapangan.

    Kapolri menekankan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini perlu terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pertukaran informasi antara Polri dengan pecalang maupun komunitas ojek online. Hubungan yang terjalin secara erat diyakini akan semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung keberhasilan berbagai agenda pembangunan nasional.

    Selain itu, Kapolri berharap komunitas ojek online dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus berperan aktif melaporkan setiap kejadian maupun potensi gangguan keamanan kepada kepolisian. Dengan jaringan yang luas dan aktivitas yang menjangkau berbagai wilayah, komunitas ojek online diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem deteksi dini yang mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

    Penguatan sinergi antara Polri, pecalang, dan komunitas ojek online mencerminkan pendekatan pemeliharaan keamanan yang mengedepankan kemitraan, partisipasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi implementasi community policing, di mana keamanan dibangun melalui kepercayaan, komunikasi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa dalam menjaga lingkungan masing-masing.

    Momentum Silaturahmi Sabuk Kamtibmas di Kabupaten Badung akhirnya tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antara Polri, pecalang, dan komunitas ojek online. Pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa sinergisitas seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi penting dalam memperkuat kondusivitas wilayah, sehingga mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan menjaga Bali tetap menjadi daerah yang aman serta kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan.

  • Polisi Sita 4 Sajam, 6 Pemuda Terduga Tawuran Diamankan Patroli Jaga Jakarta di Depok

    Jakarta – Tim Patroli Unit IV Subdit Gasum Dit Samapta Polda Metro Jaya mengamankan enam pemuda terduga pelaku tawuran di kawasan Jalan Radar Auri, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Rabu (15/7/2026) dini hari.

    Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi tawuran, balap liar, kejahatan jalanan, serta gangguan kamtibmas lainnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Patroli dimulai sekitar pukul 00.30 WIB dengan melibatkan 13 personel Unit IV Sie Turjawali Subdit Gasum Dit Samapta PMJ.

    Dirsamapta Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, patroli dini hari tersebut merupakan bagian dari kegiatan Patroli Jaga Jakarta yang dilakukan secara rutin untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

    “Patroli ini dilaksanakan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan terjadinya gangguan kamtibmas seperti tawuran, balap liar, maupun kejahatan jalanan,” ujar Kombes Wahyu.

    Sekitar pukul 02.47 WIB, tim patroli menerima laporan masyarakat terkait adanya dugaan tawuran antarkelompok di sekitar Jalan Radar Auri, Cimanggis, Depok. Mendapat laporan tersebut, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, penindakan, dan penyisiran.

    Dari hasil penyisiran, petugas mengamankan enam pemuda yang diduga terlibat dalam aksi tawuran. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti berupa empat bilah senjata tajam atau sajam.

    Selanjutnya, keenam pemuda beserta barang bukti diserahkan ke Polsek Cimanggis, Depok, untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

    Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada petugas atau menghubungi layanan kepolisian 110 apabila mengetahui adanya potensi tawuran, balap liar, maupun gangguan kamtibmas lainnya.