Jakarta — Polri menyatakan siap mendukung LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng atau nobar Piala Dunia di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan itu disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dalam doorstop di Mabes Polri, Rabu (10/6/2026) pukul 14.00 WIB.
Kapolri mengatakan Polri bersama TVRI sepakat mengajak masyarakat mengikuti nobar Piala Dunia. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi hiburan rakyat sekaligus ruang kebersamaan bagi warga.
“Kita sepakat bersama-sama mengajak masyarakat untuk melaksanakan nonton bareng Piala Dunia. Polri siap mendukung mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres, sampai Polsek di seluruh wilayah,” kata Kapolri.
Untuk itu, Polri akan mendukung pelaksanaan nobar dari aspek perizinan, pengamanan, hingga kebutuhan teknis lain. Dukungan ini diberikan agar kegiatan masyarakat tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.
Selain itu, Kapolri menilai nobar Piala Dunia juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah. Sebab, kegiatan tersebut dapat melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, serta aktivitas ekonomi lokal di sekitar lokasi acara.
“Nobar ini bisa menjadi hiburan untuk masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga bisa membantu menggerakkan ekonomi daerah, karena ada aktivitas masyarakat dan pelaku usaha kecil yang ikut terlibat,” ujarnya.
Tak hanya itu, selain sebagai hiburan, Kapolri menyebut kegiatan nobar dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat. Salah satunya terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau harkamtibmas.
“Dalam kegiatan yang sifatnya hiburan, tentu bisa kita sisipkan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait harkamtibmas. Ini juga menjadi ruang komunikasi antara Polri dan masyarakat,” tutur Kapolri.
Lebih lanjut, Kapolri menambahkan, kerja sama Polri dan TVRI ini menjadi langkah positif menjelang Hari Bhayangkara. Ia mengajak seluruh pihak menyukseskan nobar Piala Dunia sebagai hiburan masyarakat sekaligus sarana memperkuat kebersamaan.
Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi pengawasan internal dan eksternal guna mengakselerasi reformasi kelembagaan dan manajerial Polri. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Rabu (10/6/2026) tersebut juga membahas berbagai isu aktual dan strategis yang berkaitan dengan transformasi institusi kepolisian.
Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H., selaku Komisioner Kompolnas sekaligus Ketua Panitia Rakorwas Kompolnas 2026 menjelaskan bahwa Rakorwas merupakan agenda tahunan yang mempertemukan Kompolnas dan Polri dalam rangka mengoordinasikan pelaksanaan pengawasan internal maupun pengawasan fungsional eksternal terhadap institusi Polri.
Menurutnya, terdapat dua fokus utama dalam Rakorwas tahun ini, yakni pembahasan isu-isu aktual dan strategis yang membutuhkan langkah percepatan serta tindak lanjut berbagai agenda pengawasan yang menjadi perhatian bersama.
“Rakorwas ini merupakan forum strategis tahunan Kompolnas dan Polri untuk mengoordinasikan agenda pelaksanaan pengawasan internal Polri dan pengawasan Kompolnas secara fungsional yang bersifat eksternal di institusi Polri,” ujar Yusuf.
Ia menambahkan, salah satu isu strategis yang menjadi perhatian dalam Rakorwas 2026 adalah tindak lanjut rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) yang dibentuk Presiden. Rekomendasi tersebut menitikberatkan pada percepatan reformasi kelembagaan dan manajerial Polri.
“Kita mengakselerasi agenda reformasi kelembagaan dan manajerial Polri melalui pengawasan. Karena itu, sinergi pengawasan internal dan eksternal perlu diperkuat agar rekomendasi KPRP dapat ditindaklanjuti secara efektif,” jelasnya.
Selain itu, Rakorwas juga membahas tindak lanjut atas Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Polri yang telah disahkan. Regulasi tersebut dinilai menjadi bagian dari implementasi rekomendasi reformasi Polri sekaligus tindak lanjut sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang memerlukan pengaturan lebih lanjut dalam norma hukum baru.
Dalam kesempatan tersebut, Kompolnas dan Polri juga menyoroti penguatan sistem penanganan pengaduan masyarakat. Berdasarkan data yang dimiliki kedua institusi, jumlah pengaduan masyarakat pada tahun 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Data Polri dan data Kompolnas sampai saat ini menunjukkan jumlah pengaduan yang sama. Jika dibandingkan dengan tahun 2024 dan 2025, pada tahun 2026 trennya menurun. Tentu hal ini akan terus dianalisis untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhinya,” ungkap Yusuf.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memastikan agenda reformasi kelembagaan Polri berjalan secara menyeluruh, baik pada aspek struktural, instrumental, maupun kultural. Menurutnya, pengawasan yang efektif dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus mengidentifikasi hambatan-hambatan yang perlu diperbaiki.
Melalui Rakorwas 2026, Kompolnas dan Polri berkomitmen memperkuat koordinasi pengawasan guna mendukung terwujudnya reformasi kelembagaan dan manajerial Polri yang lebih adaptif, profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa Kompolnas merupakan mitra strategis Polri yang terus berkomitmen untuk melakukan pembenahan demi mewujudkan harapan dari masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Sigit saat menjadi Keynote Speech dalam acara Rakorwas Kompolnas di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (10/6/2026).
“Tentunya harapan kita peran Kompolnas sebagai mitra strategis untuk terus bisa menjaga agar institusi Polri bisa berjalan sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat, apa yang menjadi temuan dari tim komisi reformasi,” kata Sigit.
Sigit menyatakan, Kompolnas memiliki tugas untuk memberikan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, juga untuk menampung dan menyalurkan aspirasi maupun keluhan dari masyarakat khususnya terkait institusi Korps Bhayangkara.
Sigit pun menastikan, segala bentuk masukan, keluhan maupun kritik bakal ditampung untuk dijadikan evaluasi perbaikan Polri.
“Tentunya ini menjadi hal-hal yang kemudian bisa diteruskan ke Polri sebagai bahan perbaikan terhadap institusi Polri. Apalagi kita baru saja menyelesaikan undang-undang Polri. Dan saat ini kita juga terus melakukan perbaikan perpol sambil menunggu undang-undang Polri diundangkan,” ujar Sigit.
Lebih dalam, Sigit berharap, Rakorwas ini juga dijadikan forum untuk semakin menguatkan sinergisitas dan kerja sama antara Kompolnas dan Polri ke depannya. Dengan begitu, kata Sigit, Korps Bhayangkara bakal menjadi institusi yang dicintai oleh rakyat.
“Namun saya kira kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik antara Kompolnas dan Polri, khususnya dalam hal mengawasi, kemudian mengatensi apa yang menjadi perhatian publik, dan kemudian melakukan pembenahan-pembenahan. Sehingga institusi ini ke depan bisa betul-betul terus menjadi institusi yang adaptif, institusi yang modern, institusi yang kemudian bisa terus beradaptasi terhadap apa yang menjadi harapan masyarakat,” tutup Sigit.
PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Pelatihan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tahun 2026 di Mapolda Sumsel, Rabu (10/6/2026). Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, yang memimpin langsung kegiatan ini, menekankan pentingnya sinergi antara nilai luhur gotong royong di tengah warga dan pemanfaatan teknologi guna mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.
Pelatihan ini resmi dibuka yang ditandai secara simbolis dengan pemukulan kentongan oleh Kapolda Sumsel. Turut mendampingi dalam prosesi tersebut, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumsel, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumsel, beserta para narasumber yang hadir. Penggunaan kentongan ini bukan tanpa makna, melainkan sebagai representasi pelestarian alat komunikasi tradisional yang merekatkan warga sekaligus simbol kewaspadaan lingkungan yang membumi.
Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi Satkamling sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini dan Respons Cepat Kamtibmas Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat” ini mendapat respons antusias. Tercatat, dari total 4.247 anggota Satkamling di wilayah hukum Polda Sumsel, sebanyak 1.700 peserta mengikuti pelatihan secara hibrida. Rinciannya, 100 perwakilan hadir secara langsung (luring), sementara 1.600 peserta lainnya mengikuti secara daring (virtual) dari jajaran Polres.
Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Satkamling yang telah menjadi ujung tombak pelayanan dan deteksi dini di tingkat lingkungan. Ia menegaskan bahwa rasa aman yang tercipta di Bumi Sriwijaya saat ini merupakan hasil kerja berjenjang, mulai dari sinergi masyarakat, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Polsek, Polres, hingga tingkat Polda.
”Keamanan bukan hanya milik Polri. Keamanan adalah milik kita bersama dan hak kita semua. Karena apabila kondisi tidak aman, masyarakat tidak dapat beribadah, bekerja, dan belajar dengan baik,” ungkap Kapolda Sumsel.
Lebih lanjut, ia menyoroti filosofi rompi Satkamling bertuliskan “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” yang memuat angka 24/7. Angka tersebut menjadi simbol ikhtiar bahwa kesiapsiagaan menjaga warga berjalan tanpa henti selama 24 jam dalam seminggu.
Dalam menghadapi tantangan era modern, Kapolda mendorong optimalisasi infrastruktur digital, seperti penggunaan layanan Call Center 110 yang gratis dan cepat tanggap, serta instalasi CCTV untuk pengawasan lingkungan. Kendati demikian, ia mengingatkan sebuah prinsip mendasar bahwa secanggih apa pun teknologi, nilai sosial kemasyarakatan tidak boleh luntur.
”Teknologi memang membantu, tetapi gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan tetap memiliki nilai yang sangat penting. Bertemu langsung dengan tetangga memberikan manfaat yang tidak dapat digantikan oleh media apa pun,” tegasnya.
Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek taktis operasional, melainkan juga pembekalan wawasan lintas sektoral. Turut hadir membagikan materi, Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Rd Muhammad Ikhsan, S.H., M.H.; Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel, Drs. H. Arinarsa JS; dan Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Deswan Ahsani, S.STP., M.Si.
Kapolda Sumsel menaruh harapan besar agar ilmu dan wawasan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat langsung diimplementasikan di lapangan. Satkamling diharapkan tidak sekadar hadir sebagai penjaga malam, tetapi mampu bertransformasi menjadi pusat pelayanan awal dan kekuatan deteksi dini dalam mengantisipasi setiap potensi dinamika lingkungan. Dengan mengedepankan kerja tuntas, kerja ikhlas, dan pendekatan yang memanusiakan, cita-cita mewujudkan “Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” dapat terus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Jakarta Selatan – Dalam rangka memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polres Metro Jakarta Selatan melalui Polsek Jagakarsa melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot Untuk Indonesia pada Selasa (9/6/2026) pukul 14.30 WIB hingga 16.00 WIB di Jl. Damai RT 12/08 No. 87, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, SH., didampingi Wakapolsek Jagakarsa AKP M. Yasin, Kanit Binmas Ipda Catur Agus Ginanjar, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Srengseng Sawah Aiptu Salwan. Turut hadir Ketua RW 08 M. Sakam, Ketua RT 12/08 Untung Jaya, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu-ibu Dawis, dan warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Jagakarsa melaksanakan audiensi dan dialog langsung bersama warga guna menyerap aspirasi serta memberikan edukasi terkait potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan permukiman. Kapolsek mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja agar tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun bentuk kenakalan remaja lainnya yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
Selain itu, masyarakat juga diberikan sosialisasi mengenai layanan darurat Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis dan bebas pulsa untuk melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian secara cepat.
Pada kesempatan yang sama, Kanit Binmas memberikan penyuluhan kepada warga mengenai bahaya judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol). Warga diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan instan maupun kemudahan pinjaman yang tidak resmi karena dapat menimbulkan kerugian finansial serta permasalahan hukum di kemudian hari.
Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot Untuk Indonesia ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, mencegah tindak kriminalitas, serta mewujudkan Jakarta Selatan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Team Patroli Perintis Presisi (3P) Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan kegiatan patroli kewilayahan pada Selasa, 09 Juni 2026 hingga Rabu, 10 Juni 2026, pukul 12.00 WIB sampai dengan 04.30 WIB. Kegiatan dipimpin oleh AIPTU Sugiyono dengan kekuatan 9 personel serta didukung 5 unit kendaraan roda dua.
Patroli dilaksanakan di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi tawuran warga, balap liar, kejahatan jalanan, serta berbagai potensi gangguan Kamtibmas lainnya.
Dalam pelaksanaannya, Tim Patroli Perintis Presisi turut melaksanakan pengamanan aksi penyampaian pendapat (demo) di Kantor Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Gedung Puri Matari, Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan. Situasi selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
Selain itu, patroli strong point dilakukan di sejumlah lokasi strategis, antara lain Jalan Gandaria Tengah V, kawasan Kebayoran Baru, Jalan Arteri Pos Pengumben, Jalan Bendi Utama (Taman Delman Kebayoran Lama Utara), Jalan RC Veteran, Jalan Ciledug Raya, Jalan Pancoran Timur Raya, hingga Traffic Light Pati VI Jalan Antasari. Petugas memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap tindak kejahatan dan segera melaporkan kejadian mencurigakan melalui layanan darurat Polri 110.
Saat patroli di kawasan Jalan Simprug Garden II, petugas menemukan seorang pemuda yang berada di lokasi pada waktu malam hari. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan dan yang bersangkutan diberikan imbauan untuk segera kembali ke rumah.
Keberhasilan patroli juga ditunjukkan saat Tim 3P melakukan pemeriksaan terhadap tiga pemuda yang berboncengan tiga di kawasan Jalan Metro Pondok Indah. Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, petugas menemukan indikasi transaksi narkotika jenis tembakau sintetis. Tim kemudian melakukan penelusuran di sebuah lokasi di Jalan Haji Buang Ulujami Raya dan berhasil menemukan barang bukti yang diduga terkait tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
Dari kegiatan tersebut, petugas mengamankan tiga orang pemuda beserta barang bukti berupa satu klip tembakau sintetis, satu unit sepeda motor, dan tiga unit telepon genggam. Selanjutnya para terduga beserta barang bukti diserahkan kepada Piket Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan untuk proses penyelidikan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Secara keseluruhan, kegiatan Patroli Perintis Presisi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menekan potensi terjadinya gangguan Kamtibmas di wilayah Jakarta Selatan.
Jakarta Selatan – Dalam rangka memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, Polsek Cilandak melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot pada Selasa (9/6/2026) pukul 15.00 WIB hingga selesai di Balai RT 011/03, Jalan Bunga Rampai, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang merupakan program rutin Polda Metro Jaya ini dihadiri oleh Kapolsek Cilandak Kompol Gusprihatin Zen, S.H., Danramil Cilandak Mayor Inf. Sutadi, Wakapolsek Cilandak AKP Marzuki, jajaran pejabat Polsek Cilandak, unsur TNI, Pemerintah Kelurahan Cipete Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Kapolsek Cilandak Kompol Gusprihatin Zen, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan Jaga Jakarta On The Spot dilaksanakan secara serentak di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi sebagai wadah untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolsek menjelaskan bahwa sejumlah kasus menonjol yang menjadi perhatian saat ini di antaranya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dan aksi tawuran yang pernah terjadi di wilayah Cipete Selatan, Cilandak Barat, hingga Lebak Bulus. Berkat kerja sama yang baik antara aparat dan masyarakat, seluruh kasus tersebut berhasil diungkap dan para pelaku telah diamankan.
Selain itu, Kapolsek mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran maupun kenakalan remaja lainnya. Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan, termasuk kejahatan berbasis online yang saat ini marak terjadi. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa jajaran kepolisian tengah melaksanakan Operasi Pekat dengan sandi Ops Jaya 21 yang menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat dan tindak kriminalitas.
Sementara itu, Danramil Cilandak Mayor Inf. Sutadi menegaskan komitmennya untuk selalu hadir melayani masyarakat selama 1×24 jam melalui sinergi bersama Polsek Cilandak dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, forum komunikasi seperti ini merupakan bentuk kepedulian aparat negara untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus mengajak warga berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Senada dengan hal tersebut, Lurah Cipete Selatan Supriyono mengajak seluruh warga untuk memulai upaya menjaga lingkungan dari lingkup keluarga. Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, penanaman nilai sopan santun, serta pola pendidikan yang tegas namun tetap bersahabat sebagai langkah pencegahan dini terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja dan potensi gangguan kamtibmas.
Pada sesi dialog interaktif, salah satu warga menyampaikan kekhawatirannya terkait maraknya tawuran yang melibatkan pelajar. Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Cilandak menegaskan bahwa peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk karakter anak melalui pengawasan yang baik, komunikasi yang positif, serta pemberian contoh dan nilai-nilai kehidupan yang benar.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, dalam kegiatan tersebut Polsek Cilandak juga menyalurkan bantuan sosial berupa 50 karung beras masing-masing seberat 5 kilogram kepada warga yang hadir.
Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot berlangsung dengan penuh keakraban, dialogis, dan partisipatif. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara aparat keamanan dan masyarakat sehingga berbagai permasalahan kamtibmas dapat diidentifikasi serta diselesaikan bersama demi mewujudkan wilayah Kecamatan Cilandak yang aman, nyaman, dan kondusif.
Jakarta Selatan – Dalam rangka memperkuat kemitraan antara aparat keamanan dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, Polres Metro Jakarta Selatan melalui Polsek Metro Kebayoran Baru melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot pada Selasa (9/6/2026) pukul 14.10 WIB hingga selesai di Jl. Wijaya I Gang Langgar RT 001/RW 003, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, S.Sos., S.I.K., M.Sc., M.T., Danramil Kebayoran Baru Mayor Arh Jaminan Arie Yanti, Sekretaris Kelurahan Petogogan Anju S, Plt. Kanit Polsek Metro Kebayoran Baru IPTU Liliek R, Bhabinkamtibmas Kelurahan Petogogan AIPDA Bayu Irawan, Bhabinsa SERDA M. Solihin, perwakilan Satpol PP, FKDM, LMK, para Ketua RT, unsur Sabuk Kamtibmas, serta warga RW 003 Kelurahan Petogogan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma yang menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara aparat keamanan dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek mengajak warga untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap situasi di lingkungan masing-masing serta aktif melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas.
Selanjutnya dilaksanakan dialog interaktif bersama warga yang membahas berbagai isu kamtibmas di lingkungan Kelurahan Petogogan, khususnya terkait keamanan lingkungan, pergaulan remaja, serta upaya pencegahan berbagai potensi gangguan ketertiban umum. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan permasalahan yang dihadapi sehingga dapat dicarikan solusi bersama melalui koordinasi lintas sektor.
Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan Jaga Jakarta On The Spot dalam suasana santai, hangat, dan penuh keakraban. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan emosional antara warga dengan jajaran Polsek Metro Kebayoran Baru, sekaligus membangun komunikasi yang lebih efektif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara aparat dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh warga. Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Antusiasme warga yang tinggi serta partisipasi aktif dalam dialog menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kebayoran Baru.
Dalam rangka mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Kebayoran Lama melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot melalui dialog Kamtibmas bersama tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, dan petugas Satkamling RT 04 RW 09 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (09/06/2026) pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Jalan Peninggaran Timur 2 RT 04 RW 09 Kelurahan Kebayoran Lama Utara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kebayoran Lama Komisaris Polisi Muhammad Kukuh Islami, S.I.K., M.I.K., didampingi Kapolsubsektor Pasar Kebayoran Lama Ipda Kasmin, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebayoran Lama Utara Aiptu Budi Setyo Nugroho, serta Babinsa Kelurahan Kebayoran Lama Utara Serma Karyadi Mulya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RT 04 RW 09 Bapak Karyudi S, LMK RW 09 Bapak Wawan, Ketua FKDM Kebayoran Lama Utara Bapak Agus beserta anggota, perwakilan petugas keamanan lingkungan/Satgas DCL, serta warga masyarakat RT 04 RW 09 Kelurahan Kebayoran Lama Utara.
Dalam sambutannya, Ketua RT 04 RW 09 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Kebayoran Lama beserta jajaran yang telah hadir dan berdialog langsung dengan warga melalui program Jaga Jakarta On The Spot. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua RW 09 yang berhalangan hadir karena tugas yang tidak dapat ditinggalkan. Selain itu, disampaikan bahwa situasi keamanan di wilayah RT 04 RW 09 hingga saat ini relatif aman dan kondusif. Warga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat serta meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan Siskamling guna mencegah tindak kejahatan.
Sementara itu, Kapolsek Kebayoran Lama dalam arahannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tokoh masyarakat dan warga yang telah berpartisipasi aktif dalam dialog Kamtibmas. Kapolsek mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dengan mengaktifkan kembali kegiatan Siskamling dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, warga juga diimbau untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak dan remaja agar tidak terlibat maupun menjadi korban tawuran.
Pada sesi dialog dan tanya jawab, warga menyampaikan sejumlah aspirasi dan permasalahan yang dihadapi di lingkungan sekitar. Bapak Agus mempertanyakan langkah antisipasi tawuran serta penanganan terhadap pelanggaran lalu lintas berupa pengendara yang melawan arus. Menanggapi hal tersebut, Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melaksanakan patroli dan razia pada malam hari untuk mencegah terjadinya tawuran serta terus mensosialisasikan penggunaan layanan darurat 110 kepada masyarakat. Terkait pelanggaran melawan arus, Polsek Kebayoran Lama melakukan penjagaan pada jam-jam sibuk dan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan guna mendukung penegakan hukum melalui sistem ETLE.
Selanjutnya, Ibu Mutia menyampaikan keluhan mengenai adanya kelompok remaja yang sering berkumpul di area taman lingkungan dan meminta peningkatan patroli kepolisian. Menanggapi hal tersebut, Kapolsek mengimbau warga untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat serta memanfaatkan layanan darurat 110 apabila ditemukan potensi gangguan Kamtibmas yang memerlukan penanganan segera.
Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot mendapatkan apresiasi positif dari warga yang hadir karena dinilai mampu menjadi wadah komunikasi yang efektif antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, serta berakhir pada pukul 15.30 WIB.
Jakarta Selatan – Polsek Mampang melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta Untuk Indonesia On The Spot yang berlangsung di Jl. Kapten Tendean No. 41 RT 002/RW 03, Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kegiatan yang dimulai pukul 15.40 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Mampang, AKP Dian Pornomo, S.I.K., M.H., sebagai bagian dari program kolaboratif Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah, (9/6/2026).
Kegiatan dihadiri oleh unsur Tiga Pilar, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, serta perwakilan warga setempat, di antaranya Kapolsubsektor Gatot Subroto IPTU Jujur Hutagalung, Kanit Binmas IPDA Suyadi, S.H., Kanit Propam IPDA Ade Kurniawan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kuningan Barat AIPTU Iswanta, Babinsa Serka Suratno, Lurah Kuningan Barat Isno Usnodo, Ketua RW 03 Sariman, para Ketua RT, LMK, FKDM, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolsek Mampang menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang hadir dan menegaskan bahwa program Jaga Jakarta Untuk Indonesia memiliki makna menjaga lingkungan, menjaga warga, menjaga aturan, dan menjaga amanah. Program ini merupakan upaya bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, danmasyarakat untuk menjadikan Jakarta sebagai barometer keamanan dan ketertiban nasional.
Kapolsek juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, pencurian, maupun tindak kriminal lainnya. Warga juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas pada malam hari dan mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam aksi tawuran yang meresahkan masyarakat.
Selain membahas potensi tawuran yang masih menjadi perhatian, Kapolsek turut mengingatkan warga mengenai ancaman kebakaran yang beberapa waktu terakhir terjadi di wilayah Mampang. Masyarakat diminta memastikan kondisi instalasi listrik dan kompor gas dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah guna mencegah terjadinya musibah kebakaran. Kapolsek juga mensosialisasikan layanan Hotline Polri 110 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan berbagai kejadian maupun gangguan kamtibmas.
Pada kesempatan yang sama, Lurah Kuningan Barat Isno Usnodo mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, warga juga diajak untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga guna mengantisipasi berkurangnya kapasitas pembuangan sampah setelah adanya kebijakan pengelolaan sampah baru di wilayah DKI Jakarta. Terkait keamanan lingkungan, Lurah mengajak seluruh orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak menjelang masa libur sekolah guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran.
Ketua RW 03 Sariman menyampaikan bahwa situasi keamanan di wilayahnya selama ini tetap aman dan kondusif berkat komunikasi yang baik antara warga, pengurus lingkungan, dan unsur Tiga Pilar. Berbagai kegiatan positif seperti olahraga tenis meja terus digalakkan untuk menyalurkan energi para pemuda ke arah yang lebih produktif. Namun demikian, masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, seperti parkir liar dan aktivitas galian kabel yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di kawasan Kuningan Barat.
Sementara itu, Ketua RT 006/RW 005 menjelaskan bahwa koordinasi yang baik dengan pihak kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas telah membantu menjaga stabilitas keamanan wilayah. Selain permasalahan banjir yang selama ini dapat ditangani dengan cepat, warga juga pernah menghadapi kedatangan debt collector yang mencari seseorang terkait pinjaman, namun permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara baik melalui koordinasi dengan aparat setempat.
Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot berakhir pada pukul 16.42 WIB dalam suasana aman, tertib, dan penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, Polsek Mampang bersama unsur pemerintah dan masyarakat semakin memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta mewujudkan Jakarta yang aman, nyaman, dan kondusif.