Kategori: Uncategorized

  • Kadensus 88: Perlindungan Anak dan Literasi Digital Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital

    Jakarta, 21 Mei 2026 — Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan anak, literasi digital, dan deteksi dini berbasis kolaborasi dalam menghadapi dinamika ruang digital yang terus berkembang.

    Penegasan tersebut disampaikan dalam bedah buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada 20 Mei 2026, yang membahas pentingnya pendekatan pencegahan yang lebih adaptif, humanis, dan berbasis perlindungan masyarakat.

    Dalam paparannya, Kadensus 88 menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru, terutama bagi anak dan remaja yang berada pada fase pencarian identitas dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial maupun ruang digital.

    “Anak dan remaja berada pada fase pencarian identitas. Karena itu, penguatan literasi digital, ketahanan psikologis, dan lingkungan sosial yang sehat menjadi bagian penting agar mereka mampu menghadapi berbagai pengaruh di ruang digital secara lebih kritis dan sehat,” ujar Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

    Menurutnya, pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital perlu mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan, bukan semata pendekatan penindakan.

    Berdasarkan hasil asesmen dan pemetaan, Densus 88 menemukan bahwa kerentanan anak di ruang digital dipengaruhi banyak faktor, mulai dari krisis identitas, keterasingan sosial, perundungan, hingga kebutuhan akan penerimaan sosial.

    Namun demikian, Kadensus menegaskan bahwa data tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan, bukan membangun stigma terhadap anak.

    “Data dan pola yang kami temukan harus menjadi dasar memperkuat perlindungan. Anak perlu dipandang sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya,” jelasnya.

    Untuk itu, Densus 88 mendorong collaborative approach, yakni penguatan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, akademisi, komunitas, platform digital, dan masyarakat dalam membangun ekosistem perlindungan bersama.

    Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi digital, deteksi dini berbasis multi-stakeholder, serta ecological prevention yang melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial secara menyeluruh.

    Selain itu, berbagai program pencegahan juga terus diperkuat melalui Pendidikan Kritis dan Ketahanan Digital, edukasi di sekolah, serta penguatan kapasitas guru dan orang tua sebagai garda terdepan dalam mengenali perubahan perilaku anak sejak dini.

    Pandangan tersebut mendapat penguatan dari para akademisi dan pakar lintas disiplin yang menjadi penanggap dalam bedah buku.

    Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai perlindungan anak perlu menjadi perhatian utama, terutama terhadap anak yang mengalami alienasi sosial, merasa tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan psikologis.

    “Pendekatan perlindungan dan deteksi dini terhadap anak menjadi sangat penting, terutama di tengah perubahan pola interaksi sosial di era digital,” ujar Dr. Zora Arfina Sukabdi.

    Sementara itu, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., mengingatkan bahwa pencegahan harus tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti ilmiah, sehingga tidak menimbulkan stigma atau generalisasi terhadap generasi muda.

    Pandangan lain disampaikan psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto, yang menekankan pentingnya penguatan kesehatan mental dan ketahanan psikologis sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih tangguh menghadapi tantangan ruang digital.

    Sementara Dr. Ismail Fahmi menyoroti pentingnya edukasi publik dan sistem deteksi dini berbasis data agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap perubahan dinamika digital.

    Menutup paparannya, Kadensus 88 menegaskan bahwa tujuan utama berbagai upaya tersebut adalah membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

    “Tujuan akhirnya bukan menciptakan rasa takut, tetapi membangun kesadaran bersama agar anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan era digital,” tutup Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

    Pesan tersebut menegaskan bahwa keamanan masa depan dibangun melalui perlindungan, pendidikan, kolaborasi, dan penguatan ketahanan generasi muda.

  • Panen Parsial Ke-3, Greenhouse Palmerah Jakarta Barat Hasilkan Ratusan Kilogram Ikan Nila Merah

    Jakarta Barat — Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan panen ikan nila merah di Greenhouse SPPG Palmerah, Jakarta Barat, Rabu sore (20/5/2026).

    Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Ardanto Nugroho sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan penguatan ekosistem rantai pasok bahan baku sumber protein yang berkelanjutan.

    Dalam keterangannya, Kombes Pol Ardanto Nugroho menyampaikan bahwa budidaya ikan nila merah di Greenhouse Palmerah merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat dalam menghadirkan sumber pangan protein berkualitas, aman dan berkesinambungan.

    “Ikan nila ini telah dibudidayakan selama kurang lebih 120 hari sejak penebaran benih dengan perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan dan terstandar,” ujarnya, Rabu, 20/5/2026

    Panen kali ini merupakan panen parsial ke-3 setelah sebelumnya dilakukan pemanenan beberapa minggu lalu.

    Dari hasil panen tersebut, diperoleh sebanyak 219 kilogram ikan nila merah yang nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku di SPPG Palmerah Polda Metro Jaya.

    Ardanto menjelaskan bahwa pengembangan Greenhouse Palmerah akan terus dilakukan secara konsisten, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal SPPG Palmerah, tetapi juga sebagai upaya mendukung suplai bahan pangan bagi SPPG Polri lainnya di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari.

    Menurutnya, langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program kemandirian pangan nasional, khususnya dalam penyediaan sumber protein yang sehat dan berkualitas bagi masyarakat.

    Melalui program budidaya berkelanjutan ini, diharapkan Greenhouse Palmerah dapat terus berkembang menjadi salah satu sentra pangan mandiri yang mampu memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat sekitar.

  • Polda Metro Jaya Cek Hewan Kurban di Dharma Jaya Jelang Idul Adha

    Jakarta – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Dinas KPKP DKI Jakarta mengecek kesiapan hewan kurban di Perumda Dharma Jaya, Kamis (21/5/2026), untuk memastikan hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dalam kondisi sehat, layak, dan distribusinya berjalan aman.

    Kegiatan tersebut dihadiri Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon, Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Dr. Muh. Ardila Amry, IPTU Sindhu Satria., S.I.K., M.H. (Satgas Pangan PMJ), dan Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Dr. drh. Hasudungan A. Sidabalok, serta Direktur Keuangan & SDM Perumda Dharma Jaya Maulana Lazuardi.

    Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penyiapan hewan kurban di Dharma Jaya berjalan sesuai ketentuan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi kesehatan hewan, kebersihan tempat penampungan, proses penyiapan, hingga kesiapan distribusi menjelang Idul Adha.

    “Ini bagian dari tugas kami dalam menghadapi Idul Adha. Kami melihat langsung proses penyiapan sampai pendistribusian, termasuk aspek kebersihan dan kesehatan hewan kurban,” ujarnya, pada Kamis (21/5/2026).

    Lanjut, Kombes Victor menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan sementara, sapi yang berada di Dharma Jaya dalam kondisi baik dan belum ditemukan indikasi penyakit mulut dan kuku atau PMK maupun Lumpy Skin Disease atau LSD. Meski begitu, pengawasan tetap dilakukan bersama Dinas KPKP DKI Jakarta agar seluruh tahapan persiapan hingga distribusi hewan kurban berjalan aman sampai pelaksanaan Idul Adha.

    “Dari hasil pengecekan sementara, sapi yang berada di Dharma Jaya dalam kondisi baik. Namun pengawasan tetap kami lakukan bersama dinas terkait, mulai dari aspek kesehatan, kebersihan, hingga proses distribusi, agar pelaksanaan Idul Adha berjalan aman, lancar, dan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang layak,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Dr. drh. Hasudungan A. Sidabalok mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang ikut melakukan pengawasan terhadap kesiapan hewan kurban menjelang Idul Adha. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi penting untuk memastikan hewan kurban yang beredar di Jakarta dalam kondisi sehat dan layak.

    “Kami mengapresiasi dukungan Polda Metro Jaya dalam pengawasan ini. Pemeriksaan hewan kurban tidak hanya menyangkut ketersediaan, tetapi juga aspek kesehatan, kelayakan, dan keamanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban,” ujar Hasudungan.

    Hasudungan mengatakan setiap hewan kurban yang masuk ke Jakarta harus melalui pemeriksaan dokumen dan pengecekan klinis oleh petugas. Jika ditemukan gejala mencurigakan, petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan melalui laboratorium.

    “Prinsipnya, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai ketentuan. Karena itu, pengawasan dilakukan sejak hewan masuk, berada di tempat penampungan, hingga proses distribusi,” katanya.

  • Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama

    Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman identik dengan organisasi tertutup, doktrin ideologi yang kaku, dan pola rekrutmen konvensional, kini ancaman berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

    Perubahan wajah ancaman tersebut menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.

    Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif keamanan, psikologi, hukum, teknologi, dan perlindungan anak untuk membaca ancaman terorisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.

    Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan ancaman harus direspons dengan perubahan cara berpikir dan strategi pencegahan.

    “Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

    Menurut Wakapolri, mitigasi embrio terorisme tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus memperkuat literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat membaca risiko sejak dini.

    Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi nasional yang lebih kuat.

    “Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital,” ujar Kepala BNPT.

    Ia menilai pendekatan preventif menjadi penting agar negara mampu membangun ketahanan masyarakat sebelum ancaman berkembang menjadi tindakan nyata.

    Di sisi lain, Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menekankan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif seiring perubahan pola ancaman.

    “Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan,” kata Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

    Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan deteksi dini terhadap kerentanan anak dan remaja yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan ekstremisme digital.

    Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan masyarakat.

    Radikalisasi di Era Digital Tidak Lagi Selalu Bertahap

    Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai buku tersebut memperkaya teori counter-terrorism yang selama ini digunakan. Menurutnya, proses radikalisasi di era digital tidak selalu berlangsung bertahap sebagaimana teori klasik, tetapi dapat mengalami lompatan cepat akibat intensitas paparan digital.

    Ia menyoroti kerentanan generasi muda yang mengalami alienasi sosial, perasaan tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, yang dapat menjadi pintu masuk narasi ekstrem.

    Ekstremisme Modern Kini Dibentuk oleh Algoritma dan Identitas Digital

    Guru Besar hukum pidana Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. menilai kelompok ekstrem modern tidak lagi sekadar membangun propaganda, tetapi juga pengalaman emosional, identitas kelompok, dan keterikatan psikologis yang menarik bagi generasi digital.

    Ia mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

    Luka Psikologis Bisa Menjadi Pintu Masuk Radikalisasi

    Psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menyoroti bahwa akar kerentanan terhadap radikalisasi sering kali bukan hanya konten ekstrem, tetapi riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial yang tidak tertangani.

    Menurutnya, intervensi perlu mencakup pendekatan klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan hanya kontra-radikalisasi.

    AI dan Analisis Data Didorong Jadi Instrumen Deteksi Dini

    Pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi menekankan perlunya kolaborasi antara aparat dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, guna mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman.

    Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi menyampaikan satu benang merah yang sama: terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pola lama.

    Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat.

    Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan arah Transformasi Polri dalam menjaga keamanan nasional menghadapi perubahan ancaman global.

    Karena ancaman yang berubah menuntut cara memahami dan mencegahnya ikut berubah.

  • Silaturahmi Forum RT/RW dan Sosialisasi Team ASIK (AMBULANCE SIAGA KELURAHAN), Kapolsek Mampang Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Dalam rangka mempererat sinergitas antara aparat pemerintah, kepolisian, dan masyarakat, Kapolsek Mampang Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Dian Pornomo, S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Silaturahmi Forum RT/RW dan Sosialisasi Team ASIK (Ambulance Siaga Kelurahan), yang berlangsung pada Selasa malam, 19 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Jl. Bangka IXC No. 99 RT 010/010, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kanit IK Polsek Mampang Iptu M. A. Luhulima, S.H., Ps. Kanit Bimas Polsek Mampang Ipda Suyadi, S.H., Lurah Pela Mampang Bpk. Teuku Ali, Sekkel Bpk. Aris, Kasipem Bpk. Feri Haryanto, Kasiekbang Bpk. Andrico, Ketua Forum RW Kelurahan Pela Mampang Bpk. H. Budiman, para Ketua RW dan RT se-Kelurahan Pela Mampang, serta LMK Kelurahan Pela Mampang.

    Kegiatan diawali dengan sambutan dari Lurah Pela Mampang, Bpk. Teuku Ali, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Mampang beserta jajaran yang telah berkenan hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Forum RW selaku tuan rumah serta seluruh Ketua RW dan RT yang hadir sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan penuh kebersamaan.

    Dalam sambutannya, Kapolsek Mampang AKP Dian Pornomo, S.I.K., M.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas undangan serta kesempatan untuk hadir dan bersilaturahmi bersama para tokoh masyarakat. Kapolsek juga memberikan himbauan kamtibmas terkait situasi keamanan yang saat ini menjadi perhatian bersama, seperti aksi jambret, begal, dan tawuran warga.

    Kapolsek menjelaskan bahwa Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengoptimalkan pengelolaan sekitar 24 ribu CCTV guna mendukung pencegahan tindak kejahatan serta mempercepat respon terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Meski demikian, Polri tetap mengajak seluruh masyarakat agar terus aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan setiap informasi sekecil apa pun kepada pihak kepolisian, baik melalui Bhabinkamtibmas maupun layanan pengaduan 110.

    Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan satu unit mobil Ambulance dari ahli waris H. Husaeni kepada pengurus Team Ambulance Kelurahan Pela Mampang. Kehadiran ambulance siaga tersebut diharapkan dapat membantu memberikan pelayanan dan pertolongan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan medis maupun sosial kemasyarakatan.

    Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi lingkungan hidup terkait pengolahan sampah oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan tiga poin utama, yakni pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga menjadi kategori organik, anorganik, dan B3, pengolahan sampah mandiri melalui bank sampah dan komposter komunal, serta target pengurangan volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 30 persen dalam dua tahun melalui pengurangan sampah plastik sekali pakai dan peningkatan daur ulang di tingkat komunitas.

    Sekitar pukul 22.00 WIB kegiatan silaturahmi Forum RT/RW dan sosialisasi Team ASIK selesai dilaksanakan dan dilanjutkan dengan ramah tamah. Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

  • Bhabinkamtibmas Senayan, Patroli Humanis Kunjungan, Sambang dan DDS (Door to Door System) Ke Warga Binaanya

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga kondusifitas keamanan lingkungan wilayah Kelurahan Senayan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Senayan Polsek Metro Kebayoran Baru Aipda Bowo Sukindro melaksanakan giat sambang patroli humanis DDS di RT 03/01 di Jl. Tulodong Bawah 2, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/05/2026) pukul 16.25 WIB hingga selesai.

    Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan di lingkungan guna mengantisipasi tindak kejahatan seperti curanmor dan pencurian. Warga juga dihimbau agar selalu menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan.

    Selain itu, masyarakat diingatkan untuk waspada terhadap maraknya penipuan online maupun via telepon dan WhatsApp serta tidak mudah terpancing berita hoaks yang belum jelas kebenarannya. Bhabinkamtibmas juga mengajak warga untuk saling bertukar informasi terkait situasi keamanan lingkungan.

    Apabila terjadi gangguan kamtibmas, warga diimbau segera menghubungi Bhabinkamtibmas maupun Polsek Metro Kebayoran Baru, serta memanfaatkan Call Center Layanan Polisi 110 yang bebas pulsa.

  • Bhabinkamtibmas Melawai Proaktif Sambangi Warga, Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

    Jakarta Selatan – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Melawai, Aiptu Iswahyudi, melaksanakan kegiatan kunjungan, sambang/DDS serta patroli dialogis pada Rabu (20/05/2026) pukul 13.00 WIB.

    Beberapa lokasi di sambangi diantaranya di Jl. Faletehan RW 01,JL.Tirtayasa,JL.Melawai Raya, Jl. Wijaya Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Pada kegiatan tersebut, Aiptu Iswahyudi melakukan bincang dan silaturahmi bersama petugas keamanan (security) setempat, Sdr. Dede,Bengkel, dll guna mempererat komunikasi serta meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan himbauan dan pesan-pesan kamtibmas kepada warga dan petugas keamanan agar selalu meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar guna mengantisipasi tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor. Warga juga diimbau untuk menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan sebagai langkah pencegahan.

    Selain itu, masyarakat diingatkan bahwa layanan Call Center Polisi 110 dapat diakses secara gratis apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Apabila terjadi gangguan kamtibmas, warga diharapkan segera menghubungi Bhabinkamtibmas maupun Polsek Metro Kebayoran Baru agar dapat segera ditindaklanjuti.

    Kegiatan sambang dan patroli dialogis ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat guna menciptakan rasa aman serta memperkuat kemitraan antara polisi dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

  • Polsek Tebet Tindak Lanjuti Informasi Viral Penjualan Pempek Murah di Tebet Timur

    Jakarta Selatan – Personel Polsek Tebet melakukan pengecekan dan monitoring terkait informasi yang viral di media sosial mengenai penjualan pempek murah di wilayah Tebet Timur, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/05/2026).

    Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi yang berada di depan RPTRA Teratai, Tebet Timur, diketahui kegiatan tersebut merupakan penjualan produk makanan yang dilakukan secara promosi keliling oleh pelaku usaha setempat selama tiga hari.

    Petugas melakukan monitoring guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas maupun kerumunan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Selain itu, personel juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

    Dalam kesempatan tersebut, petugas turut mengingatkan warga agar selalu peduli terhadap situasi kamtibmas di lingkungan sekitar serta mensosialisasikan layanan Call Center 110 bebas pulsa apabila membutuhkan bantuan Kepolisian.

  • Personel Samapta Polsek Tebet Bersama Tiga Pilar Laksanakan Patroli Strong Point di Bukit Duri

    Jakarta Selatan – Personel Samapta Polsek Tebet bersama unsur Binmas dan Babinsa melaksanakan patroli dialogis serta strong point di Pos Pantau RW 03, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/05/2026) dini hari.

    Kegiatan patroli tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, seperti 3 Cepu, tawuran antarwarga, serta kerawanan lainnya yang kerap terjadi pada jam-jam rawan.

    Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan pemantauan situasi lingkungan dan memberikan himbauan kamtibmas kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di wilayahnya masing-masing.

    Kegiatan patroli gabungan Tiga Pilar ini merupakan bentuk sinergitas dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah agar tetap aman dan kondusif. Hingga kegiatan selesai, situasi terpantau aman dan terkendali.

  • Personel Samapta Polsek Tebet Laksanakan Patroli Dialogis Bersama Security Perkantoran di Jl. Prof. Dr. Soepomo

    Jakarta Selatan – Personel Samapta Polsek Tebet, Aiptu Yoyo Wuluyo bersama Briptu Ari Setyadi S, melaksanakan patroli mobile sekaligus patroli dialogis bersama petugas security perkantoran di kawasan Jl. Prof. Dr. Soepomo, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/05/2026) pukul 12.30 WIB hingga selesai.

    Dalam kegiatan tersebut, personel Samapta memberikan himbauan kamtibmas kepada para petugas keamanan agar meningkatkan kewaspadaan lingkungan guna mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas, seperti 3 Cepu, gesekan antarwarga, maupun tindak kriminalitas lainnya di wilayah perkantoran dan sekitarnya.

    Selain itu, petugas juga mengajak security untuk aktif berkoordinasi dengan pihak Kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan ataupun membutuhkan kehadiran personel Polri di lapangan. Masyarakat dan petugas keamanan turut diingatkan mengenai layanan Call Center 110 bebas pulsa yang dapat digunakan sewaktu-waktu saat membutuhkan bantuan Kepolisian.

    Kegiatan patroli dialogis ini merupakan upaya preventif Polsek Tebet dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Tebet. Hingga kegiatan selesai, situasi terpantau aman dan terkendali.