Jakarta, 18 Oktober 2026 — Drum band SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) untuk pertama kalinya tampil di ruang publik dan memeriahkan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2027/2028 di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (18/10/2026). Penampilan ini menjadi salah satu daya tarik kegiatan yang memperkenalkan SMA KTB kepada masyarakat sekaligus menyebarluaskan informasi penerimaan murid baru.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirgayuza Setiawan, B.A., M.Sc., selaku Ketua Yayasan Kader Bangsa, bersama tim Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB), siswa SMA KTB, SSDM Mabes Polri, dan SDM Polda.
Selain penampilan perdana drum band, suasana CFD semakin semarak dengan kehadiran Cakra Band Ditlantas Polda. Masyarakat yang berolahraga dan beraktivitas di kawasan Bundaran HI dapat menyaksikan penampilan siswa sekaligus memperoleh informasi mengenai program pendidikan SMA KTB.
Drum Band Jadi Daya Tarik Sosialisasi
Penampilan perdana drum band SMA KTB di ruang publik menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi nonakademik siswa kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan di SMA KTB tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pengembangan bakat, kedisiplinan, kerja sama tim, dan kepercayaan diri.
Melalui kegiatan seni dan penampilan bersama, siswa memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan, membangun kekompakan, serta melatih tanggung jawab dalam mencapai tujuan bersama.
Kenali Keistimewaan SMA KTB
Sosialisasi di CFD Bundaran HI memberikan kesempatan kepada masyarakat dan orang tua untuk mengenal lebih dekat SMA KTB, sekolah berasrama yang memadukan kurikulum International Baccalaureate (IB) dengan Kurikulum Nasional.
Pendekatan pendidikan tersebut diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, riset, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, serta wawasan global. Pembelajaran juga diperkuat dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kepedulian sosial melalui kehidupan berasrama.
SMA KTB didukung berbagai fasilitas pendidikan, antara lain ruang kelas modern, laboratorium sains, perpustakaan, laboratorium robotik, fasilitas olahraga, asrama, dan sarana pengembangan minat serta bakat siswa.
Perpaduan tersebut dirancang untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan integritas dan nilai kebangsaan.
Dedi Prasetyo Tekankan Penguatan Mutu Pendidikan
Ketua Eksekutif LP-KTB, Jenderal Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menekankan pentingnya mempersiapkan SMA KTB di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, melalui pembenahan menyeluruh terhadap sarana-prasarana, mutu pembelajaran, tata kelola, karakter, budaya literasi, teknologi, dan standar layanan pendidikan.
Menurut Dedi, seluruh fasilitas sekolah harus dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, tertib, dan berkualitas.
“Yang kita siapkan bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi ekosistem pendidikan yang mampu membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan siswa menghadapi perkembangan zaman,” ujar Dedi.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas sekolah harus dilakukan secara berkelanjutan melalui evaluasi pembelajaran, penguatan tata kelola, serta peningkatan standar layanan pendidikan.
“Setiap hasil dan masukan dari proses akreditasi harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki apa yang masih kurang dan memperkuat apa yang sudah baik. Yang kita bangun adalah sistem pendidikan yang terus belajar dan berkembang,” jelasnya.
Pengembangan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran interaktif serta pemanfaatan laboratorium robotik, kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), drone, dan teknologi lainnya menjadi bagian dari upaya mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan zaman.
Perluas Informasi SPMB Angkatan III
Dalam kegiatan CFD, tim LP-KTB, siswa SMA KTB, SSDM Mabes Polri, dan SDM Polda memberikan informasi langsung mengenai program pendidikan, persyaratan, dan tahapan SPMB Tahun Ajaran 2027/2028. Masyarakat juga berkesempatan berkonsultasi mengenai proses pendaftaran dan mendapatkan suvenir.
Sosialisasi ini penting untuk memperluas jangkauan informasi kepada calon murid dan orang tua agar dapat mempersiapkan diri mengikuti proses seleksi.
Animo masyarakat terhadap SMA KTB tercermin dari jumlah pendaftar pada dua angkatan sebelumnya. Angkatan I mencatat 11.765 pendaftar, sedangkan Angkatan II mencapai 17.291 pendaftar.
Tingginya minat tersebut menjadi dorongan untuk terus memperluas sosialisasi dan memberikan informasi yang jelas mengenai model pendidikan, keunggulan sekolah, serta mekanisme penerimaan murid baru.
Melalui sosialisasi SPMB di CFD Bundaran HI, SMA KTB memperkenalkan pendidikan yang memadukan keunggulan akademik, pembentukan karakter, kemandirian, seni, olahraga, literasi, dan teknologi.



